Menyelesaikan masalah cara mengutip peraturan di Mendeley membutuhkan langkah yang runtut dan data yang benar. Panduan ini membahas cara kerja, persiapan, tahapan pengerjaan, serta hal yang perlu diperiksa sebelum hasil digunakan. Setiap lembaga, aplikasi, atau pedoman dapat memiliki ketentuan berbeda, jadi sesuaikan contoh dengan kebutuhan dan aturan yang berlaku.
Kenali Jenis Dokumen Peraturan
Peraturan perundang-undangan berbeda dari artikel jurnal atau buku. Dokumen seperti undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, dan peraturan menteri memiliki identitas berupa jenis peraturan, nomor, tahun, judul, serta lembaga atau pejabat yang menetapkan. Karena itu, data tersebut perlu dicatat dengan cermat ketika dimasukkan ke Mendeley agar pembaca dapat menemukan sumber hukum yang dikutip.
Sebelum memasukkan dokumen, tentukan versi peraturan yang digunakan. Periksa apakah dokumen masih berlaku, telah diubah, dicabut, atau memiliki peraturan pelaksana. Gunakan naskah dari sumber resmi seperti JDIH kementerian/lembaga atau basis data peraturan pemerintah. Jangan hanya mengandalkan salinan PDF yang beredar tanpa informasi penerbit dan status dokumen.
Siapkan Data Bibliografi
Catat jenis dan nomor peraturan, tahun, judul lengkap, lembaga penerbit atau penetap, tanggal pengundangan jika diperlukan, nomor lembaran negara atau berita negara bila relevan, serta alamat sumber resmi. Judul harus disalin sesuai naskah, bukan diringkas dengan bahasa sendiri. Informasi tambahan dapat membantu pembaca membedakan peraturan yang memiliki nomor serupa tetapi berasal dari tahun atau lembaga berbeda.
Contoh pencatatan sederhana: jenis dokumen adalah Peraturan Menteri, nomor dan tahun ditulis sesuai naskah, judul dicatat lengkap, dan kementerian dicantumkan sebagai lembaga yang menerbitkan. Untuk undang-undang, masukkan nomor, tahun, judul, serta keterangan pengundangan bila pedoman kampus mengharuskannya. Pastikan ejaan dan angka tidak tertukar karena unsur tersebut merupakan identitas utama peraturan.
Masukkan Peraturan ke Mendeley
Buka Mendeley Reference Manager dan tambahkan entri baru secara manual. Pilih tipe dokumen yang paling mendekati, misalnya Report, Statute, atau jenis hukum lain jika tersedia pada versi aplikasi dan gaya sitasi yang digunakan. Nama tipe dapat berbeda antarversi. Jika tidak ada pilihan khusus untuk peraturan, gunakan tipe yang paling sesuai dan isi kolom yang tersedia secara konsisten, bukan memaksakan kategori jurnal.
Masukkan judul lengkap pada kolom Title. Letakkan nomor dan tahun pada kolom yang dapat menampung identitas dokumen, misalnya Report Number atau Series jika tersedia. Isi lembaga sebagai Institution atau Publisher sesuai struktur kolom. Tambahkan tanggal, URL resmi, dan catatan seperlunya. Setelah disimpan, buka kembali detail referensi untuk memastikan tidak ada data yang berpindah ke kolom yang keliru.
Buat Sitasi dan Daftar Pustaka
Untuk mengutip peraturan di dalam tulisan, ikuti pedoman penulisan yang berlaku di kampus, fakultas, jurnal, atau instansi. Sebagian pedoman menghendaki penyebutan nama dan nomor peraturan langsung dalam kalimat, sementara daftar pustaka dapat memiliki format khusus. Mendeley membantu mengelola metadata dan menghasilkan daftar referensi, tetapi tidak otomatis menjamin gaya sitasi hukum Indonesia sudah tepat.
Setelah memasukkan referensi, gunakan fitur sitasi pada pengolah kata jika alur kerja Anda mendukungnya. Periksa hasil yang muncul: apakah jenis peraturan, nomor, tahun, dan judul ditampilkan dengan urutan yang benar? Jika format otomatis tidak sesuai pedoman, lakukan penyesuaian sesuai aturan institusi dan dokumentasikan perubahan agar konsisten pada seluruh naskah.
Periksa Status dan Versi Peraturan
Salah satu kesalahan penting dalam penulisan hukum adalah mengutip peraturan yang sudah diubah atau tidak lagi berlaku tanpa menjelaskan konteksnya. Sebelum naskah diserahkan, periksa status peraturan pada JDIH resmi. Jika mengutip pasal tertentu, pastikan bunyi pasal berasal dari versi yang relevan dengan periode pembahasan. Bila ada perubahan, catat peraturan perubahan atau gunakan naskah konsolidasi resmi jika tersedia.
Jangan menganggap hasil pencarian pertama sebagai sumber final. Simpan URL resmi dan tanggal akses jika pedoman mengharuskannya. Untuk dokumen yang tersedia dalam beberapa format, gunakan dokumen yang paling lengkap dan dapat diverifikasi. Pengelolaan yang rapi membuat proses pemeriksaan dosen, editor, atau pembaca menjadi lebih mudah.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Kesalahan umum biasanya terjadi karena terburu-buru, memakai data yang belum diverifikasi, atau menyalin format dari sumber lain tanpa memeriksa kecocokannya. Sebelum menyelesaikan pekerjaan, bandingkan hasil dengan dokumen atau ketentuan asli. Periksa kembali nama, angka, tanggal, tautan, format, serta informasi yang dapat memengaruhi keputusan pembaca. Jika ada bagian yang belum pasti, tandai untuk dikonfirmasi daripada mengisinya dengan perkiraan.
Simpan file sumber dan hasil akhir secara terpisah. Gunakan nama file yang mudah dicari, tanggal atau versi yang jelas, dan akses yang sesuai dengan tingkat kerahasiaan data. Jika pekerjaan dilakukan bersama tim, sepakati siapa yang berwenang mengubah dokumen dan siapa yang memeriksa hasil. Kebiasaan sederhana ini mengurangi duplikasi, kehilangan data, dan kesalahan yang berulang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Mendeley punya tipe dokumen khusus untuk undang-undang?
Pilihan tipe bergantung pada versi Mendeley dan gaya sitasi. Jika tidak tersedia, gunakan tipe dokumen terdekat dan isi metadata secara konsisten, lalu sesuaikan format akhir dengan pedoman institusi.
Apakah peraturan harus masuk daftar pustaka?
Ikuti pedoman kampus atau jurnal. Banyak pedoman memiliki bagian khusus untuk peraturan perundang-undangan, terpisah atau tergabung dalam daftar referensi.
Di mana mencari dokumen peraturan yang benar?
Utamakan JDIH kementerian/lembaga terkait atau basis data resmi peraturan perundang-undangan.
Kesimpulan
Inti dari cara mengutip peraturan di Mendeley adalah menyiapkan sumber yang benar, mengikuti langkah secara konsisten, dan memeriksa hasil sebelum dipakai atau dibagikan. Gunakan panduan ini sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan kebutuhan dan aturan resmi yang berlaku. Dengan proses yang tertib, pekerjaan menjadi lebih mudah ditelusuri dan risiko kesalahan dapat dikurangi.